Ekonomi

Akseleran Catat Penyaluran Pinjaman Capai Rp 2,85 Triliun Sepanjang 2023

17
×

Akseleran Catat Penyaluran Pinjaman Capai Rp 2,85 Triliun Sepanjang 2023

Share this article


ILUSTRASI. fintech financial technology teknologi finansial tekfin Akseleran

Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli

GATRANEWS – JAKARTA. Platform fintech peer to peer (P2P) lending PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) mencatat penurunan tipis penyaluran pinjaman sepanjang tahun 2023. Namun di tahun ini perusahaan optimistis bisa menaikkan penyaluran tersebut hingga 30%.

Founder dan Group CEO Akseleran Ivan Nikolas Tambunan menyampaikan penyaluran pinjaman perusahaan sebesar Rp 2,85 triliun sepanjang tahun 2023. Nilai ini mengalami penurunan tipis di bandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp 2,95 triliun.

“Tahun 2023 target kami sebenarnya lebih tinggi, namun dikarenakan beberapa hal maka target tersebut belum tercapai,” ujarnya kepada Gatranews.co.id, pekan lalu.

Baca Juga: Target Pembiayaan Fintech Naik di 2024

Ivan menjelaskan, alasan target pinjaman di tahun 2023 tak tercapai di antaranya dari sisi makro ekonomi sebab suku bunga bank sentral terus meningkat. Menurutnya, ini normal bila terjadi kontraksi dalam kebutuhan pendanaan.

Pada tahun 2024 Akseleran menargetkan kenaikan penyaluran pinjaman sekitar 30% menjadi sekitar Rp 3,8 triliun sampai Rp 3,9 triliun. “Kalau kita lihat belakangan ini BI sudah menahan kenaikan bunga, sehingga kami consider tahun 2024 permintaan pendanaan akan lebih besar,” jelasnya.

Ivan menuturkan, di tahun ini pihaknya memprediksi pinjaman paling besar bakal berada di sektor komoditi seperti pertambangan, oil dan gas, energi serta infrastruktur.

Lebih lanjut, dia menambahkan, pihaknya fokus untuk menyediakan arus kas seperti invoice atau pre order maupun inventory financing tanpa agunan fixed asset yang masih banyak dibutuhkan pelaku usaha.

Baca Juga: Sejumlah Fintech Lending Terapkan Strategi Agar Penyaluran Pendanaan Tumbuh

“Juga melakukan assesmen pinjaman dengan prudent agar tingkat kredit macet (NPL) terus rendah, dan cost of fund kami juga jadinya rendah. Ini penting agar bunga yang kami tawarkan ke borrower tetap kompetitif,” tandasnya.

Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan Fintech P2P lending tumbuh 18,06% year on year (yoy) menjadi Rp 59,38 triliun di November 2023, dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp 50,30 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di MEDIA Store.

Reporter: Arif Ferdianto
Editor: Noverius Laoli

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *