Ekonomi

OJK Masih Godok Penerapan Tarif Premi Kendaraan Listrik, Ini Pertimbangannya

21
×

OJK Masih Godok Penerapan Tarif Premi Kendaraan Listrik, Ini Pertimbangannya

Share this article


ILUSTRASI. OJK masih melakukan kajian atas penerapan tarif premi khususnya bagi kendaraan listrik.

Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

GATRANEWS – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa regulator masih terus melakukan kajian atas penerapan tarif premi khususnya bagi kendaraan listrik.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono menyebutkan, pihaknya mengerti bahwa nilai pertanggungan kendaraan listrik memang berbeda dari pertanggungan kendaraan konvensional.

“Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah nilai pertanggungan dari kendaraan listrik sebagian besar dari komponen baterai,” ujarnya melalui keterangan tertulis konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Rabu (10/1).

Ogi mengungkapkan, selain itu penentuan total loss bagi kendaraan listrik juga menjadi dasar pertimbangan regulator. Sebab, hal ini mengingat komponen baterai memiliki umur atau masa manfaat. Sayangnya, dia tak menyebutkan kapan ketentuan ini bakal dirilis.

Baca Juga: AAUI Beberkan Poin Penting yang Ada di POJK Asuransi Kredit

Sebelumnya, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai memang butuh waktu untuk pengembangan asuransi kendaraan listrik, sebab risikonya berbeda dengan kendaraan konvensional.

Direktur Eksekutif AAUI, Bern Dwyanto menjelaskan saat ini ada beberapa perusahaan asuransi umum yang memberikan pertanggungan terhadap kendaraan listrik, namun skemanya masih memakai kendaraan konvensional, kecuali pertanggungan untuk baterainya.

“Bisa saja industri asuransi ke depannya mengadopsi produk asuransi dari negara lain terkait kendaraan listrik dan tinggal melihat regulasi yang diterapkan di Indonesia,” katanya.

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) juga pernah bilang kalau terdapat beberapa kekhawatiran industri tentang kendaraan listrik. Ketua Umum APPI, Suwandi Wiratno menyebutkan kekhawatiran tersebut antara lain nilai jual kembali kendaraan listrik dan apakah pasarnya tersedia.

Suwandi menuturkan, pihaknya juga terus melakukan diskusi dengan asosiasi asuransi di Indonesia mengenai kendaraan listrik. Menurutnya, pihaknya menemui kesulitan dalam mengasuransikan kendaraan listrik.

“Kami mengalami beberapa kesulitan dengan perusahaan asuransi karena premi asuransi itu sendiri belum dihitung oleh asosiasi asuransi,” tutur dia.

Baca Juga: Melihat Ketidakpastian Global pada 2024, OJK Minta Hal Ini ke Industri Asuransi

Dia bilang, asosiasi asuransi masih menghitung dan melakukan banyak penelitian untuk menentukan tarif asuransi kendaraan listrik hingga hari ini.

“Mereka masih menggunakan premi asuransi yang sama dengan mobil bermesin,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di MEDIA Store.

Reporter: Arif Ferdianto
Editor: Anna Suci Perwitasari

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *